Tidak Semua Huruf Jar Bisa Digunakan Untuk Khabar Ghairu Mufrad

301458_130939786912203363449_OriginalDi kelas tatap muka sabtu pekan lalu, ada peserta yang bikin contoh khabar ghairu mufrad:
 
زَيْدٌ إِلَى المَدْرَسَةِ
 
“Zaid Ke sekolah”
 
Mungkin peserta ini udah bosen bikin contoh:
 
زَيْدٌ فِي المَدْرَسَةِ
 
“Zaid di sekolah”
 
Jadi mending ganti jangan fii mulu.. Kasian huruf jar yang lain.. Tapi niat anti mainstream pada kalimat yang pertama di atas keliru karena kalimat yang khabarnya syibhul jumlah, pada hakikatnya ada khabar yang dibuang, yang asalnya:

 
زَيْدٌ كَائِنٌ فِي المَدْرَسَةِ
 
atau
 
زَيْدٌ اِسْتَقَرَّ فِيْ المَدْرَسَةِ
 
Kaain dan istaqarra, maknanya adalah “ada”. Ini bisa dipahami dengan bahasa kita, ketika kita mengatakan “zaid di sekolah” maka maksudnya “Zaid ada di sekolah”.
 
Nah, gimana kalau kalimatnya “Zaid ke sekolah”? Apakah bisa dipahami “Zaid ada ke sekolah”? Tentu tidak.
 
Hal ini Encang konfirmasi ke Syaikh Budiansyah pada pelajaran alfiyah hari ini dan memang beliau membenarkan kalau beberapa huruf jar tidak bisa digunakan untuk membuat khabar syibhul jumlah
 
Oleh karena itu, Encang sering menekankan pentingnya menggunakan rasa bahasa (dzauq) dalam belajar bahasa Arab.. Orang-orang yang sudah memiliki dzauq, biasanya, baru denger aja kupingnya langsung merasa asing.. dan rasa bahasa ini akan kita rasakan bila kita sering bersinggungan dengan teks berbahasa Arab.. Jadi, teruslah asah bahasa Arabmu! Jaahid!!
 
#FaidahNahwu
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *