nasr city

Mencari Tempat Tinggal Di Nasr City, Kairo

fb_img_1478660075628Model bangunan di sini semuanya berbentuk apartemen sekian lantai. Baik penduduk maupun pendatang semuanya tinggal di apartemen yang biasa mereka sebut عِمَارَةٌ. Satu ‘imarah akan terdiri dari beberapa unit yang mereka sebut شَقَّةٌ. Nah, mencari syaqqah di sini susah-susah sulit :) terlebih kalau kita nyari sendiri tanpa menggunakan jasa عَقَارَات, sejenis broker yang menghubungkan antara pemilik syaqqah dengan penyewa.

Encang malah lebih sulit lagi nyari syaqqah ini karena memang agenda Encang di sini hanya 3 bulan. Kebanyakan pemilik syaqqah menghendaki kontrak minimal 1 tahun. Bayarnya memang per bulan tapi mereka maunya harus komitmen menyewa 1 tahun. Jadi, Encang gada pilihan selain menggunakan jasa ‘aqaaraat. Konsekuensi nya, kita harus kasih uang jasa sebesar uang sewa bulanan. Fantastis!

Kalau mau sewa syaqqah di sini, ada 3 komponen biaya yang harus disiapkan:

1. Biaya sewa bulanan
2. Biaya jaminan yang sama dengan sewa bulanan
3. Biaya jasa ‘aqaaraat (kalo pake) sebesar biaya sewa bulanan juga

Jadi ya berasa banget bayarnya. Misalnya Encang dapet syaqqah yang sewanya 2500 juneih (sekitar 2.5-3 juta per bulan) maka di awal harus membayar 7500 juneih! Itu sekitar 8-9 juta! Beruntung ‘aqaaraat nya kasih keringanan. Encang cukup bayar 1550 juneih.

img-20161101-wa0208

Kamar syaqqah

Rata-rata biaya sewa syaqqah yang مَفْرُوْشَةٌ (full furniture) di daerah Hay ‘aasyir itu udah di atas 1000 bahkan umumnya di atas 1500 juneih. Biasanya yang di bawah 1500 apalagi di bawah 1000 juneih itu yang belum mafrusyah. Kosong melompong gada isinya. Encang sendiri dapet syaqqah mafrusyah yang udah ada sofa, kasur, lemari, kulkas, kompor, pemanas air, dan terakhir mesin cuci yang gada kabel colokan nya. Hehe.. Jadi ga bisa dipake tuh mesin cucinya. Berurusan sama orang Mesir emang kudu sabar. Mungkin gen Fir’aun masih mengalir setelah sekian ratus generasi.. hehehe.. Tapi wajar sih, tanah gersang berpasir memang bikin gampang emosi.. Alhamdulillah ‘alaa kulli haal..

img-20161101-wa0206

Ruang tamu dan ruang keluarga syaqqah

Hal positif yang perlu dicatat, setiap ‘imaarah di sini sudah terinstal pipa air sejenis PDAM (airnya sangat jernih dan ga berbau) dan juga pipa gas alam yang sudah terinstal ke kompor gas jadi ga perlu repot-repot beli tabung gas. Satu lagi, buah segar tersedia dimana-mana dengan kualitas dan harga yang lebih murah dibanding di Indonesia. Begitupula sembako dan makanannya harganya kurang lebih sama dengan di Jakarta bahkan lebih murah. Seperti 1 loyang pizza yang sekarang jadi langganan sarapan pagi Encang, dengan topping daging dan sayuran seukuran medium pizza hanya dijual seharga 4 juneih atau sekitar 5000 rupiah! Encang bersyukur tinggal di ‘imaarah yang dikelilingi tukang roti, mini market, tukang ikan, tukang ayam, tukang buah dan sayur yang semuanya dalam radius kurang dari 50 meter. Semoga Allah memberkahi negeri kinanah.

Shaqr Quraisy, Nasr City, Kairo, Mesir

One thought on “Mencari Tempat Tinggal Di Nasr City, Kairo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *