15385450_10211824549151935_7740258342522107679_o

Membandingkan Markaz Lughah di Kairo: Markaz Fajr Vs Kalimah Vs Nile

Di kairo, ada banyak markaz lughah. Alhamdulillah pada kesempatan kemarin, Encang bisa mencoba mengikuti 3 markaz yang bisa dikatakan paling terkenal bila dilihat dari jumlah pesertanya; markaz Fajr yang bisa dibilan15385450_10211824549151935_7740258342522107679_og markaz lughah tertua, markaz kalimah yang merupakan “pecahan” dari Fajr, dan markaz Nile yang dimiliki orang turki.
 
1. Markaz Fajr (www.fajr.com)
 
Kita bahas mulai dari yang tertua dulu fajr. Sesuai usianya, tempat belajar markaz fajr juga keliatan udah tua di sana-sini, lantainya, dindingnya sampe pintunya keliatan udha tua banget. hehe.. Gatau kenapa ga direnovasi, padahal biaya kursus di sini 3 kali lipat lebih mahal dari 2 tempat lain yang bakal Encang bahas. Di sini 1 levelnya itu $100 dengan buku pegangan yang sama dengan markaz kalimah; Al ‘Arabiyyah Baina Yadaik. Ketika masuk Fajr, berasa banget kalau markaz ini seperti ga pernah kena sentuhan anak muda. Semua serba biasa. Bukunya biasa, kelasnya biasa, metodenya biasa, cuma harganya yang luar biasa. Ini diakui sendiri sama guru Encang, Ustadz Muhammad namanya. Kata beliau, kami yang muda-muda udah sering kasih masukan perbaikan. Tapi mereka para sepuh yang memegang kendali masih terbuai kejayaan masa lalu. Intinya, Encang kurang merekomendasikan markaz Fajr ini. Awalnya Encang mikir karena mahal mungkin pelayannanya lebih bagus tapi ternyata di bawah standar pelayanan 2 markaz yang lain. Oiya kalau dari hay ‘asyir. Ke markaz Fajr agak jauh. Harus naik tremco dari mahatthah ‘asyir tujuan makram.

 
2. Markaz Kalimah (www.kalimah-center.com)
Ini favorit Encang. Pendiri markaz kalimah dan beberapa gurunya merupakan mantan guru di markaz Fajr. Mereka masih muda dan masya Allah inovasinya luar biasa. Meski sama-sama menggunakan Al ‘Arabiyah baina yadaik tapi mereka punya konsep pengajaran yang jelas dan dilengkapi dengan materi pelengkap nahwu sharaf karangan mereka sendiri. Mereka juga bekerja berdasarkan sistem dan hanya bergantung pada sistem. Artinya, siapapun gurunya, mereka pasti akan melakukan hal yang sama. Adapun 2 markaz lainnya (Fajr dan Nile) sangat nampak bahwa mereka bergantung pada orang, sesuatu yang wajib dihindari pada konsep sistem manajemen mutu. Artinya, kalau pengajarnya bagus, maka kualitas pengajarnnya bagus juga. Tetapi kalau pengajarnya ga bagus? Ya ga bagus juga hasilnya. Tapi kalau di Markaz Kalimah, semuanya sudah terstandar. Apa yang harus dilakukan guru sudah jelas dari A-Z. Encang bener-bener terkesima, untuk ukuran orang mesir yang “sulit diatur” markaz kalimah ini kaya cocok menggambarkan “Kairo Baru”, sebuah semangat yang lagi digembar-gemborkan orang Mesir. Biaya kursus per level nya hanya sekitar 400 Le (sekitar Rp.300.000-Rp.400.000), ada 13 level plus 1 level tamhidi buat yang belum pernah belajar bahasa Arab sama sekali. Lokasinya ada di Hay Taasi’. Kalau dari hay ‘asyir bisa jalan kaki atau naik tuk-tuk (bajaj versi mesir). Oiya, Markaz ini menjual buku-buku pegangan mereka secara elektronik. Silakan buka di situsnya.
 
3. Markaz Nile (www.nilecentre.org)
Terakhir adalah markaz Nile. Markaz ini dikelola oleh orang-orang turki. Kalau ada alasan untuk menyukai markaz nile, karena Erdogan orang turki. Ga nyambung kan? hehe.. Tapi Markaz Nile ini punya kelebihan dari sisi buku pegangannya. Mereka punya buku yang mereka karang sendiri. Untuk percakapan mereka punya seri buku yang bernama At Takallum dan untuk lughahnya mereka punya namanya kitab Al Mukhtar untuk 13 level. Sayangnya, buku yang udah bagus ini belum didukung dengan metode mengajar yang terstandar sehingga sangat nampak tingkat keberhasilan pengajaran sangat bergantung pada kemahiran gurunya. Dari sisi biaya, markaz nile sama dengan markaz Fajr, sekitar 400 Le per level. Ada 13 level plus level tamhidi. Markaz Nile ada di Hay Sabi’. Dari hay ‘asyir bisa naik tremco atau semua bis jurusan saabi’ turun di showroom volvo dekat mahatthah saabi’.
 
Intinya, Encang merekomendasikan Markaz Kalimah di posisi teratas karena mereka standarnya sangat jelas. Sehingga teman belajar 1 level memang layak untuk menjadi teman 1 level. Maksudnya? Gini loh… Di markaz Nile, Encang masuk level 8 tapi banyak pesertanya yang lebih cocok masuk level 1 di kalimah. Bahkan ada teman di Nile yang cerita kalau ada temannya yang di markaz Nile sudah level 11 (2 level lagi selesai), begitu pindah ke Kalimah, malah mundur ke level 7.
 
Demikian review singkat dari Encang. Semoga bermanfaat bagi yang ingin mengikuti kursus lughah di mesir khususnya di Kairo. Tetap semangat #IndonesiaMelekBahasaArab. Jaaahidd!!
 
 
 

2 thoughts on “Membandingkan Markaz Lughah di Kairo: Markaz Fajr Vs Kalimah Vs Nile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *