isim isyarah

Rahasia Huruf Khithab pada Isim isyarah lil ba’id

Ketika dulu Encang mulazamah nahwu dengan KH Mahfudz bin Ma’mun -hafidhzahullahu ta’ala -, Encang diajarkan cara i’rab isim isyarah lil ba’id seperti ذٰلِكٙ yang isim isyarahnya hanya ذا saja. Adapun lam dan kafnya dii’rab terpisah:

اللام للبعد والكاف حرف خطاب

Saat itu, namanya juga anak SMP, diajarin kyai ya manut aja. Sampai akhirnya Encang mulazamah Alfiyah dengan DR Budiansyah Abu Nizar hafidzhahullah (Semoga abis Ramadhan bisa lanjut lagi) dan mendapat penjelasan soal huruf khithab ini.

Ternyata, sesuai namanya, khithab, huruf yang digunakan untuk isim isyarah lil ba’id ini disesuaikan dengan mukhathabnya (yang diajak bicara). Misalnya, di depan kita ada sebuah pulpen, kemudian ada 2 ikhwan. Maka kita katakan:

ذلكما قلم

Kemudian klo di depan kita ada bunga dan 1 orang akhawat, maka kita katakan “masya Allah.. Kamu seperti bunga” eh.. ini maksudnya akhawatnya istri loh.. hehe.. kembali ke pembahasan, kita katakan:

تِلْكِ زٙهْرٙةٌ

Misal ada 1 kitab dan kita bicara dengan 3 orang, kita katakan:

ذٰلكم كتاب

Itulah mengapa dalam Al Qur’an kita menemukan beberapa bentuk isim isyarah lil ba’id yang huruf khithab nya berbeda-beda. Perhatikan ayat-ayat berikut:

1. (ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ)
Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

[Surat Al-Baqarah 2]

2. (قَالُوا كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ)
Mereka berkata, “Demikianlah Tuhanmu berfirman. Sungguh, Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.”
[Surat Adh-Dhariyat 30]

3. (قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَكُمَا ۚ ذَٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّي ۚ إِنِّي تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ)

Dia (Yusuf) berkata, “Makanan apa pun yang akan diberikan kepadamu berdua aku telah dapat menerangkan takwilnya, sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada hari akhirat. [Surat Yusuf 37]

4. (فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ)

dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
[Surat Al-A’raf 22]

5. (وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ)

Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.
[Surat Al-Baqarah 49]

6. (أَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِنْ أُولَٰئِكُمْ أَمْ لَكُمْ بَرَاءَةٌ فِي الزُّبُرِ)

Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum musyrikin) lebih baik dari mereka, ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?

[Surat Al-Qamar 43]

Perhatikanlah 6 ayat di atas. Huruf khithabnya berbeda-beda sesuai dengan mukhathab dari ayat tersebut.

Demikian sedikit wawasan soal isim isyarah. Semoga bermanfaat. Yuk semangat terus belajar bahasa Arab biar makin paham rahasia Al Qur’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *